Pru Vision

Adakah Pekerjaan Yang Aman ?

Posted on: June 21, 2008

Begitulah pertanyaan dalam salah satu halaman buku Financial Revolution karya Tung Desem Waringin yang merupakan salah satu buku best seller dua tahun lalu. Saya yakin Anda sudah membacanya berulang kali atau bahkan telah mengikuti seminarnya, tapi ijinkan saya mengingatkan kembali dan bagi yang sedang merenungkan jawabannya silahkan terus membaca.

Tidak ada pekerjaan yang aman. Perubahan zaman yang begitu cepat dan dinamis, teknologi, peraturan dan situasi politik yang berubah, semuanya akan berpengaruh terhadap pekerjaan kita.

Karyawan yang paling kompetenpun bisa jadi menjadi orang yang pertama di PHK. Ilustrasinya begini, bila Anda meniti karir dari bawah dengan segenap kemampuan, dedikasi, kejujuran dan lain hal yang akhirnya membawa ke puncak karir menjadi direktur utama. Bila terjadi merger, akuisisi, atau perusahaan diambil alih pemerintah maka orang yang pasti diganti adalah Presiden Direktur dan jajaran Direktur. Masih melekat diingatan kita pada fakta yang terjadi pada saat krisis moneter, beberapa bank di merger, akuisisi dan ada yang langsung likuidasi.

Pegawai negeri, amankah ? Tidak juga, bahkan pernah terjadi kasus satu departemen dihilangkan dan digabung dengan departemen lain. Pada posisi tertentu dapat juga faktor politis menjadi faktor penentu.

Sebagai pedagang, amankah ? kebetulan profesi saya saat ini sebagai pedagang maka biarlah saya jawab sendiri, sebagai pedagang juga tidak aman., tidak ada jaminan. Karena suatu hal tiba-tiba supplier menjual kepemilikan perusahaannya dan managemen baru memberlakukan perubahan sistem distribusi, syarat dan kondisi yang berbeda. Mana kala produk tersebut adalah produk penyumbang omzet terbesar tentu saja sangat mempengaruhi kondisi usaha. Bisa terjadi pelanggan kita tidak melakukan order lagi alias kita dipecat karena langganan kita mendirikan suatu unit bisnis sendiri, pergantian bagian purchasing. Paling menyedihkan lagi bagi pedagang kaki lima, cukup dengan satu pasal Perda saja cukup membuat usaha langsung gulung tiker.

Ada banyak orang beranggapan bahwa bila sudah kaya tidak mungkin bangkrut. Datanya ternyata lain. Robert T. Kiyosaki dalam bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad mengungkapkan beberapa nama pengusaha kaya raya yang bangkrut. beberapa nama yang disebut: Charles Schwab, Samuel Insull, Howard Hopson, Ivan Kreuger, Leon Frazier, Richard Whitney, Arthur Cotton, Jesse Livermore, Albert Fall. Empat orang dari mereka meninggal dalam kemiskinan dan tidak meninggalkan apapun bagi ahli waris mereka. Dua orang mati bunuh diri, dua orang masuk penjara dan satu orang masuk rumah sakit jiwa. Gila.

Bagian terpenting yang mesti jadi perhatian kita adalah bagaimana kita bisa mempertahankan yang sudah di dapatkan, dan atau mengembangkannya, merubah sesuatu yang biasa saja menjadi luar biasa ! Persiapan yang musti dilakukan adalah selalu terbuka untuk sesuatu yang baru, bertindak mengikuti tren dan melakukan alokasi aset secara cerdas, menciptakan sumber pendapatan yang beragam. Orang-orang seperti itu disebutkan akan tumbuh dab semakin kaya melalui perubahan-perubahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Sponsor

Categories

%d bloggers like this: